Yahudi? kenapa mereka begitu cerdas?
16 Jul 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
“Makanya tidak heran orang Indonesia menjadi ‘indon’ seperti yang mereka harapkan…”
silakan baca, ini artikel sangat membuka mata..
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”
Yang Galau, yang Meracau! (Curhat Tuan setan v2)
23 Jun 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Buku Kang Fadh Djibran –yang telah menjadi penulis favorit saya ^____^ — yang terbaru telah terbit, Yang Galau Yang Meracau!
buku –yang beliau sebut sebagai– curhat setan volume 2. Silakan simak penuturan seru –prolog– beliau tentang buku barunya ini…
rasakan galaunya sampai meracau
…
oleh : Fadh Djibran
Percayalah, kadang-kadang menjadi galau itu perlu! Seperti menemukan bak mandi yang kotor dan dipenuhi lumut, kemudian kita merasa tidak nyaman dan ingin membersihkannya—menjernihkannya. Bedanya, saat galau, yang keruh dan perlu dibersihkan adalah kolam hati dan kolam pikiran kita. Itulah yang membuat kita tidak nyaman, gelisah, khawatir, bahkan putus asa. Dalam situasi-situasi seperti itu, mungkin kita perlu saat-saat sendiri: Melihat ke dalam diri, berbicara dengan diri sendiri…

Buku ini dipersembahkan untuk teman-teman yang “galau” dan ingin berbicara pada Lagi
Hawa lembut, Hawa penuh daya part 2
09 Jun 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
…………
Dan akhirnya Aku berikan dia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus aku berikan kepada wanita, agar dapat digunakan kepanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan.”
Banyak yang mengatakan, bahwa kita adalah makhluk cengeng. Sedikit-sedikit menangis, tetapi begitulah kebanyakan dari kita mengekspresikan perasaan. Berkaca dari intuisi tadi, kebanyakan dari kita biasanya lebih memilih terluka daripada harus melukai orang lain. Tetapi jangan dikira kita hanya mengandalkan intuisi saja, tanpa mendayakan intelegen kita. Gilbert K. Chesterton berkata, “A woman uses her intelligence to find reasons to support her intuition.” Yang kurang lebih artinya seperti ini, “Seorang wanita menggunakan kecerdasannya untuk menemukan alasan untuk mendukung intuisinya.” Dan ajaib bin ajaibnya, sering kali intuisi wanita ini tepat. Semakin lembut wanita itu, maka semakin kuat pula intuisinya, contoh seperti ibu kita. Firasat seorang ibu akan anaknya biasanya selalu benar. Mungkin kita pernah tidak mengikuti perkataan ibu dan akhirnya malah jadi celaka, kok bisa seperti itu? Entahlah. Itulah kekuasaan Allah. Allah memberikan banyak keistimewaan, termasuk menjadikan wanita sebagai salah satu nama surat dalam al-quran.
Bila kita menghadapi masalah, maka bukan otot kita Lagi
Hawa lembut, Hawa penuh daya part 1
09 Jun 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Makhluk yang lemah dan tidak berdaya. Itulah title yang disandangkan banyak orang pada makhluk bernama wanita. Tetapi, apakah kita tahu, wanita ternyata memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan seorang pria dalam menghadapi kehidupan ini? Okey, mungkin secara fisik wanita memang -kebanyakan- kalah dari pria, namun tidak dalam masalah hati dan pikiran. Wanita adalah makhluk yang bisa mengatur hati dan pikirannya secara lebih baik dibandingkan pria. Bukan berniat membanding-bandingkan, tetapi inilah saatnya semua orang menyadari bahwa ada kekuatan ekstra besar yang telah dititipkan Allah dalam kelembutan hati kita -wahai kaum wanita-. —Saya ingin menggunakan istilah kita selanjutnya dalam menyebutkan wanita, karena saat ini kita akan berbincang tentang kita—.
Menurut Quin Spitser dan Ron Evans, intuisi adalah Lagi
